salam@dudimuttaqien : MALU

Bandung, BarayaKita

USTADZ DUDI MUTTAQIEN : MALU

Kita menyaksikan bagaimana rasanya kita bersama orang yang tidak punya rasa malu.

Menyesakkan bukan ?

Naah, terserah dengan itu, yang penting kita tau bahwa sikap tidak punya rasa malu itu menjijikan dan menyesakkan dan kita berjuang untuk menjaga rasa malu itu tetap ada di karakter kita.

Kita akan tetap punya rasa malu dan kita akan jaga.. karena kita yaqin Yang Maha Mulia menyaksikan semua perbuatan kita.

Sahabat Abu Mas’ud menyampaikan bahwa Rasulullah saw bersabda :

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الأُوْلى إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

“Sesungguhnya yang diperoleh manusia dari ucapan kenabian yang pertama adalah jika kamu tidak mempunyai rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.” (H.R : Muslim).

Rupanya rasa malu adalah awal dari kebaikan… dan sebaliknya tidak punya rasa malu adalah kehancuran kemanusiaan.

Abi Hurairah juga menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda,

الإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ

“Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman”. (H.R : Bukhari)

Seperti malunya kita oleh Allah, karena mendapatkan anugrah kebaikan dari Allah, tapi kita enggan berbagi anugrah itu dengan sesama hamba Allah lainnya.

Semoga Allah jaga rasa malu yang benar tetap ada di karakter dan jiwa kita.

Aamiiin.

 

@Barayakita.online
salam@dudimuttaqien
barayakita.com
@madrasahkaryamadani

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 12 =