LANJUTKAN LATIHAN DI BELANDA, BEK PERSIB MENANTI KABAR BAIK SHOPEE LIGA 1

Bek Persib BandungNick Kuipers, tetap menjaga performa selama tim diliburkan. Nick sudah mudik ke Belanda setelah Persib meliburkan tim hingga tahun depan.

Di Belanda, pemain berusia 28 tahun itu tetap menjalankan program latihan mandiri dengan disiplin. Menurut Nick, dengan menjaga kebugaran, kondisinya akan 100 persen ketika latihan normal kembali digelar.

“Semua baik-baik saja. Saya tetap berlatih sendiri dan mempersiapkan diri seperti biasa. Saya berharap Liga 1 benar-benar bergulir Februari tahun depan,” kata Nick di situs resmi Persib, Minggu (6/12/2020).

Selain berlatih mandiri, Nick juga menjaga asupan makanan yang penuh dengan vitamin terutama C. Maklum, saat ini di Eropa sudah memasuki musim dingin dan pandemi COVID-19 belum berakhir.

Mengenai kondisi pandemi di Negeri Kincir Angin, Kuipers mengungkapkan tak banyak yang berubah. Semua orang masih harus berhati-hati dan saling menjaga jarak.

“COVID-19 di sini saya rasa masih sama dengan negara-negara di dunia lainnya. Kita semua menunggu vaksin agar cepat ditemukan,” kata bek Persib bernomor punggung 2 itu.

Selain berlatih, Nick Kuipers juga memanfaatkan kepulangannya ini untuk mengurus bisnisnya.

Menunggu Kabar Baik

Nick Kuipers juga pasrah dengan tertundanya Shopee Liga 1 2020 sampai 2021. Penundaan itu membuat manajemen Persib meliburkan tim selama dua bulan (November-Desember 2020). Rencananya, mereka kembali berkumpul pada awal Januari 2021.

“Tentunya saya tidak menyukai situasi ini karena kami ingin bermain sepak bola, apalagi kami sudah lama tidak bermain sepak bola. Tapi itu tidak bisa terjadi dan kami juga harus mau menerimanya,” kata Nick.

Meski pulang ke Belanda, pemain asal Maastricht ini tetap memantau bisnisnya di Bandung, yakni Johny Wrap (semacam kebab).

Nick juga pasrah perihal nasibnya di Persib. Ia menunggu kepastian liga bergulir.

 

Sumber: Persib.co.id

Bagikan Postingan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *