WALI KOTA SUKABUMI LAUNCHING PASAR MITRA TANI ATAU TTIC

Sukabumi, BarayaKita –  Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi melaunching Pasar Mitra Tani atau Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Kota Sukabumi di Sub Terminal Agribisnis (STA) Bungbulang, Kecamatan Cibeureum, Jumat (4/12). Targetnya keberadaan pasar tersebut membantu petani dalam memasarkan produk dengan harga terbaik dan memudahkan warga dalam membeli kebutuhan pokok.

Pada momen tersebut hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi Fitri Hayati , Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi Andri Setiawan, perwakilan kampus IPB, dan himpunan alumni IPB. Selain itu pada saat bersamaan diluncurkan gerakan diversifikasi pangan lokal dan kampung koi.

” Inovasi DKP3 ini ingin petani mendapatkan keberpihakan yang lebih kuat dari pemerintah,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Di mana produk hasil petani mampu dipasarkan dengan lebih baik dan harga bisa sesuai harapan petani serta memutus mata rantai distribusi.

Keberadaan pasar mitra tani juga mempermudah konsumen ketika membutuhkan sayuran dan kebutuhan lainnya. Lahirnya inovasi ini karena petani mengeluhkan kondisi harga produk di pasar tinggi akan tetapi yang didapatkan petani tidak sesuai harga pasar dalam artian antara yang didapatkan petani dan di pasaran berbeda.

Sehingga terang Fahmi, muncul ide Toko Tani Indonesia Center yang di Sukabumi disebut Pasar Mitra Tani. Hal ini didukung alumni IPB dan kampus IPB serta menggandeng berbagai komponen yang memiliki keberpihakan yang kuat kepada petani.

Nantinya kata Fahmi, petani maupun warga bisa akses bukan secara fisik saja akan tetapi virtual melalui aplikasi Patratani. Sehingga memudahkan segala aktivitas penjualan produk petani.

Di sisi lain Fahmi menuturkan, perlunya gerakan diversifikasi pangan dengan tidak hanya mengandalkan nasi atau beras. Hal ini dilakukan untuk menghadapi kekhawatiran krisis pangan pada 2021 yang disampaikan gubernur pada beberapa waktu lalu.

Terakhir ungkap Fahmi, diluncurkan Kampung Koi dalam menghidupkan Kota Sukabumi sebagai kota koi. Sebab dari sisi sejarah mencatat koi berasal dari Kota Sukabumi.

Sumber: Humas Kota Sukabumi

https://www.instagram.com/p/CIXVvpiBch8/?igshid=1bpwss1ls4wmb

 

 

 

 

 

 

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 13 =