JABAR USULKAN LIBUR AKHIR TAHUN DI PERSINGKAT

Bandung,BarayaKita –  Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Gubernur Jabar Ridwan Kamil mulai libur panjang akhir tahun bertepatan Natal, penerimaan cuti Lebaran, dan Tahun Baru pada Desember 2020 mendatang dipersingkat. Hal ini guna menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 akibat kerumunan di tempat wisata. 

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil menjelaskan, ia memilih opsi libur panjang akhir tahun. Dua opsi lain yaitu jumlah hari libur sama seperti tahun sebelumnya atau dihilangkan sama sekali. 

“Kalau saya kasih sayang (libur panjang akhir tahun) dikurangi (harinya),” kata Kang Emil saat mengikuti forum diskusi bersama pimpinan redaksi media massa, di Hotel Ahadiat, Kota Bandung, Sabtu (28/11/2020). 

Menurut Kang Emil, jika libur ditiadakan sama sekali, maka perekonomian tidak berjalan. Begitu juga jika libur tidak dipersingkat, maka tidak pada penularan COVID-19. 

“Jadi, buatlah dari Jabar adalah jangan sepanjang (akhir) tahun karena berat kami (jika terjadi lonjakan) dalam menanganinya,” ujar Kang Emil. 

Adapun berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, ditetapkan bahwa libur akhir tahun adalah mulai Kamis, 24 Desember 2020, hingga Jumat, 1 Januari 2021. 

Rinciannya: Kamis, 24 Desember 2020 adalah Cuti Bersama Hari Natal; Jumat, 25 Desember 2020 Hari Natal, 26-27 Desember 2020 libur akhir pekan; Senin-Kamis, 28-31 Desember 2020 merupakan tempat cuti bersama Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2020; dan 1 Januari 2021 libur tahun baru. 

Kemudian, jika dirangkai libur akhir pekan pada 2 dan 3 Januari 2021, total hari libur tanpa jeda adalah 11 hari.  

Kang Emil berujar, berkaca pada cuti panjang cuti bersama akhir Oktober 2020, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Jabar melakukan rapid test acak terhadap 1.500 wisatawan yang melintas di jalan dan kawasan wisata. 

Hasil, dari 400 orang yang reaktif dan cerdas dengan uji usap, Polymerase Chain Reaction (PCR), ada 10 orang positif COVID-19. 

Meski begitu, Kang Emil mengatakan, ada peningkatan kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dibandingkan pada libur panjang Agustus lalu. 

Kesimpulannya, menurut Kang Emil, semakin lama semakin meningkatnya kasus COVID-19 namun kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan meningkat. 

“Libur panjang Oktober peningkatan kasusnya tidak panas libur panjang saat bulan Agustus. Jadi penyebabnya libur panjang kemarin menimbulkan COVID-19, tapi kedisiplinan meningkat 3M,” tutur Kang Emil. 

Poinnya, penularan COVID-19 ditentukan oleh tidak ada keramaian warga. Untuk itu, Jabar tetap tinggal agar pemerintah pusat mempersingkat libur panjang akhir tahun demi mengurangi potensi kerumunan di tempat wisata. 

“Seperti hitungan matematika, yaitu ada keramaian ada COVID-19, tidak ada keramaian tidak ada COVID-19, libur panjang ada keramaian, pasti ada (penularan) COVID-19,” tutup Kang Emil. 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo rencananya akan memutuskan sendiri evaluasi libur panjang akhir tahun ini setelah pembahasan lanjutan pada awal pekan depan.

 

HUMAS JABAR
Kepala Biro Humas dan Keprotokolan
Setda Provinsi Jabar
Hermansyah

Sumber: http://humas.jabarprov.go.id/jabar-usulkan-libur-panjang-akhir-tahun-dipersingkat/4021

 

 

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 13 =