INOVASI WJIS 2020, RIDWAN KAMIL PERKENALKAN INVESTASI MURAH SEHARGA RUMAH

Kota Bandung,BarayaKita – Pariwisata menjadi salah satu sektor yang dapat memacu pemulihan ekonomi di Jawa Barat (Jabar). Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar berupaya mengembangkan dan membangun destinasi wisata melalui investasi skala kecil rumah.

Sebanyak 76 proyek pariwisata di Jabar yang ditawarkan kepada investor dalam West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Selasa (17/11/20).

WJIS 2020 sendiri merupakan forum investasi yang digelar oleh Pemda Provinsi Jabar dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar untuk menjaring minat investor yang menguasai di Jabar.

Melalui instagram resminya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengajak investor berskala kecil dan besar untuk mengembangkan di proyek-proyek pariwisata.

“Ada banyak titik dan tempat wisata baru di Jawa Barat yang akan dilelangkan untuk investasi pariwisata,” tulis Kang Emil.

Keindahan alam yang memesona, hamparan kebun, dan pantai, menjadi keunggulan destinasi wisata di Jabar. Banyak destinasi wisata Jabar menyimpan sejarah.

Selain itu, minat wisatawan nusantara berwisata di Jabar sangat tinggi. Pada 2019, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Jabar mencapai 62 juta orang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara Nengsih pun mendorong investor berskala kecil turut membangun dan mengembangkan wisata di Jabar dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kami membuka investasi berskala kecil. Tidak harus mengurangi pariwisata seperti membuat Disneyland. Seperti yang dikatakan Gubernur Jabar, panggung untuk selfie sebetulnya sudah bisa mengembangkan pariwisata,” kata Noneng Komara.

Mari bangun tempat yang indah ini. Mudah-mudahan proyek potensi investasi pariwisata tergali, imbuhnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar Herawanto menyebut langkah Pemda Provinsi Jabar tersebut sebagai inovasi yang menarik.

Investasi berskala besar, kata Herawanto, akan memacu pertumbuhan ekonomi Jabar dalam jangka menengah-panjang. Sedangkan, investasi berskala kecil di sektor pariwisata akan mengakselerasi pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

Investasi paket murah menjadi strategi yang menarik penanam modal dalam negeri (PMDN) yang saat ini volumenya lebih kecil dibandingkan penanam modal asing (PMA).

Dalam perkembangan, menurut Herawanto, jangan melulu membidik PMA dan melupakan PMDN. Dalam situasi tertentu misalnya negara sedang dalam goncangan politik ekonomi, PDMN biasanya lebih setia dibandingkan PMA yang biasanya memindahkan dana ke negara lain.

“Itu suatu hal yang sebenarnya inovasi yang harus ditawarkan. Ini investor domestik akan sangat cocok. Bukan bangun hotel. Tadi gambaran beliau (Gubernur Jabar) ada bukit di atasnya ada tempat foto selfie (swafoto). Bikin tempat foto selfie di bawah Rp500 juta atau dari rumah, dan bisa menghasilkan uang, “kata Herawanto.

“Investasi besar yang belakangan akan berpengaruh pada ekonomi yang dongkrakkannya lebih besar. (Namun), investasi-investasi berskala kecil itu sangat diperlukan,” imbuhnya.

HUMAS JABAR
Kepala Biro Humas dan Keprotokolan
Setda Provinsi Jabar
Hermansyah

Sumber: http://humas.jabarprov.go.id/wjis-2020-inovasi-ridwan-kamil-perkenalkan-investasi-murah-seharga-rumah/3973

 

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + thirteen =