PEMKOT BAKAL IZINKAN PENYELENGGARAAN EVENT

Bandung – Jika mengacu pada Peraturan Walikota (Perwal), penyelenggaraan event sudah memungkinkan untuk direlaksasi, dengan syarat tetap mengikuti standar protokol kesehatan. Hal itu diungkapkan, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, disela-sela peninjauan simulasi pelaksanaan Event Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Click Square Mall, Jalan Naripan, Kota Bandung, belum lama ini.

”Yakinkan Pemkot Bandung yang akan membuat regulasi. Terlebih apa pun yang dilakukan teman-teman itu tetap menerapkan standar protokol yang sangat ketat. Sehingga pegiat event bisa berkreasi melakukan aktivitas kegiatan,” terang Yana.

Menurutnya, prosedur yang dilakukan untuk penyelenggaraan event sangat sederhana. Dia mencontohkan, jika ingin membuat event penyelenggara mengajukan surat kepada Pemkot melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

”Nanti akan dievaluasi, termasuk bisa disampaikan presentasi soal standar protokol kesehatannya,” ujarnya.

Dia menegaskan, untuk pengajuan tidak bisa dilakukan secara kolektif melalui asosiasi. Sehingga setiap kegiatan harus membuat surat permohonan masing-masing.

”Minimal dengan hal tersebut, kita bisa sharing, saling diskusi tentang pelaksanaan protokol kesehatannya. Kalau kita sudah diberi keyakinan bisa dijalankan. Kalau seperti hari ini, insyaallah kita kasih izin,” bebernya.

Sementara itu Kepala Disparbud Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan Pelaku Event Bandung (PEB) punya komitmen kuat untuk membangkitkan kembali event di Kota Bandung dengan standar protokol kesehatan yang diterapkan dalam simulasi tersebut.

”Yang kita jual saat ini justru standar protokol kesehatannya. Jadi orang memastikan untuk datang ke tempat acara. Itu yang yang dijualnya. Promosinya sudah berbeda,” katanya.

Menurutnya, simulasi yang dilakukan PEB akan dijadikan percontohan untuk kegiatan di Jawa Barat. Karena sektor pariwisata dalam bidang event ini ada sekitar 69.000 orang yang terdampak setelah lima bulan tidak berjalan.

”Saya lihat sendiri proses dari awal simulasi, betul-betul memperhatikan standar protokolnya. Ini harus ditingkatkan ke Jawa Barat untuk dijadikan percontohan. Seperti inilah melaksanakan acara saat AKB. Meski kapasitas dibatasi tidak seperti dulu lagi, sisanya bisa saja dengan virtual,” bebernya.

Sedangkan Kepala Disbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengungkapkan, Pemkot Bandung sangat memperhatikan terkait masalah atau isu Covid-19 yang berdampak pada sektor kesehatan dan ekonomi.

”Kita sangat memperhatikan keberlangsungan sektor pariwisata, khususnya seni budaya, ekonomi kreatif, dan yang lainnya. Kita melaksanakan evaluasi sebagai bentuk perhatian Pemerintah dalam Perwal yang diterbitkan,” paparnya.

Ditempat yang sama Ketua Pelaksana Simulasi Event, Adithya Permana mengatakan, aspek utama dalam simulasi yang dilakukan kali ini mengutamakan keselamatan personal dan personil, menerapkan physical distancing, prosedur keselamatan, pengelolaan audiens, dan penguatan aturan fasilitas kesehatan.

”Simulasi ini bertujuan untuk membangun komunikasi dan koordinasi seluruh stakeholder terkait, dan memberikan panduan atau prosedur teknis untuk setiap proses penyelenggaraan acara,” katanya.

”Dengan memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat, maka kegiatan ini menjadi Standar Operasional Prosedur untuk penyelenggaraan acara ke depan,” tutupnya.

 

Sumber : https://jabarekspres.com/2020/pemkot-bakal-izinkan-penyelenggaraan-event/4/

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 5 =