ARTI KEMERDEKAAN INDONESIA

Bandung, Barayakita  — Baraya, yang langsung teringat di benak hampir semua lapisan masyarakat Indonesia tentang Bulan Agustus adalah peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang dibacakan oleh Proklamator Indonesia, yaitu Ir. Soekarno dan Moh Hatta, pada tanggal 17 Agustus 1945. Jadi pada tahun 2020 ini, Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan (HUT) RI yang ke 75.

Sekedar mengingatkan kita semua, arti merdeka menurut KBBI adalah : bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri:  tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu,  atau dapat berbuat sekehendak hatinya.

Merujuk arti merdeka itulah maka Proklamasi Kemerdekaan menjadi saat yang yang sangat berarti dan peristiwa yang luar biasa untuk Bangsa Indonesia yang sudah 350 tahun dijajah oleh bangsa asing. Pada saat itulah akhirnya Negara Indonesia diakui keberadaannya oleh Negara-negara lain di semua penjuru dunia.

Peringatan kemerdekaan kali ini kita rayakan di tengah Pandemi Covid-19 yang masih mewabah di seantero dunia. Menurut WHO, COVID-19 merupakan kepanjangan dari coronavirus disease that was discovered in 2019. Artinya, penyakit virus corona yang ditemukan pada 2019. Diketahui, penambahan kasus positif Covid-19 terus melonjak hari demi hari dan belum terlihat adanya pelambatan angka penularan.

Melihat hal ini, pemerintah pun terus mengupayakan pencegahan penyebaran virus corona. Salah satunya, pemerintah meniadakan lomba Agustusan, yang biasanya dilakukan untuk menambah semarak Hari Kemerdekaan.

Untuk itulah, sejak jauh-jauh hari, Pemerintah di berbagai Kota dan Kabupaten di setiap wilayah Indonesia telah mengeluarkan aturan tentang larangan dilaksanakannya lomba Agustusan.

 

OPINI PUBLIK

Kendati demikian bukan berarti peringatan kemerdekaan kali ini berlalu tanpa makna begitu saja. Pada momen kali ini kami coba rangkum beberapa opini dari beberapa sumber tentang arti kemerdekaan.

Menurut seorang Guru TK di Sumedang, Laila wahid (47), Ia mengatakan,

Laila Wahid (Guru TK)

“Arti Kemerdekaan itu adalah ketika kita tidak perlu berburu diskon, karena harga-harga sudah murah, semua terjangkau “. Begitu ujarnya sedikit bergurau. Harapan Laila di peringatan HUT RI kali ini, “Semoga Indonesia menjadi lebih baik”.

 

Berikutnya adalah pernyataan dari seorang Konten Kreator yang sering wira-wiri ke berbagai pelosok Indonesia, Moch Deffi Munandar (27). M. Deffi Munandar alias Bebe, nama udaranya saat ia pernah menjadi penyiar di Radio Swasta Kota Bandung.

M. Deffi Munandar
(Content Creator)

“Kemerdekaan menurut saya itu artinya sebuah kebebasan. Sikap bebas untuk bisa berkreasi, berpendapat, mengeluarkan ide cemerlang dan sebagainya, sehingga semua pihak dapat hidup dengan rukun dan damai tanpa adanya perselisihan.” Tegas Bebe.

“Semoga di peringatan HUT RI ke 75th ini, Indonesia bisa segera merdeka atau terbebas dari Pandemi Covid-19, sehingga semua sektor Pariwisata, Ekonomi, Media dll bisa kembali pulih dan bangkit untuk membangun NKRI menjadi negara maju, macan asia. Aamiin.” Begitu pungkas Bebe menutup pembicaraan.

 

Tidak jauh berbeda dengan salah satu pemuda berikut ini, yaitu Tri Mur Fridayanto (22). Di usianya yang masih relative muda, ia sudah menekuni pekerjaannya sebagai Web Developer di sebuah perusahaan, yaitu PT. Jabarmaya Kriya Sentosa, yang bergerak di bidang Jasa Layanan Internet atau Internet Service Provider (ISP).

Tri Mur Fridayanto
(Web Developer)

Tri berujar : “Arti Kemerdekaan menurut saya, adalah saat dimana kita mampu mandiri, berdiri dengan berani, hidup sejahtera dan bisa mengelola dengan penuh, baik kebutuhan maupun sumber daya kita sendiri tanpa paksaan dan ketergantungan dengan orang/bangsa lain.”

Tri juga memiliki harapan tersendiri di peringatan kemerdekaan kali ini, “semoga pandemi covid 19 segera berakhir, ekonomi di lingkungan masyarakat khususnya Indonesia lekas membaik, dan para pemimpin dan pejabat di indonesia semoga selalu senantiasa dalam rahmat dan taufik dari Allah SWT.  Dan semoga untuk kedepannya indonesia bisa menjadi negeri yg lebih maju, lebih bermartabat, lebih sejahtera, adil dan makmur. Aamiin” kata Tri yang menutup harapannya dengan doa.

 

Sementara itu ada seorang Ibu guru dan Kader PKK di wilayah Parongpong KBB, Ibu S. Aisah (51) yang mengartikan sbb :

S. Aisah, (Kedua dari kanan)
Guru PAUD & Kader PKK

“kemerdekaan adalah merupakan kebebasan dari beban hidup dan kehidupan, idak ada ikatan yang mengekang, namun bisa sejalan beriringan “. Aisah juga berharap banyak di peringatan kemerdekaan ini, diantaranya merealisasikan ide-ide  yang berkaitan dengan masyarakat luas, sehingga dapat terwujud untuk kebaikan masyarakat.” Aisah menegaskan.

 

Dari berbagai pendapat di atas, penulis mengambil kesimpulan jika ternyata di berbagai lapisan masyarakat walau terdapat perbedaan usia, genre, pendidikan, pekerjaan, dan banyak perbedaan lainnya, namun tetap pada dasarnya semua Warga Negara Indonesia (WNI) memiliki kepedulian dan kecintaan kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Meskipun segala acara yang biasanya digelar untuk menyambut peringatan kemerdekaan, seperti Upacara Bendera, lomba Agustusan, lomba kreativitas, Pertandingan Olahraga,  Acara musik dan Pentas Seni atau berbagai event lain tidak bisa diselenggarakan di tahun ini karena dampak Pandemi Covid-19, kita yakin masih banyak cara lain untuk membuktikan kecintaan dan berperan dalam pembangunan demi mengisi kemerdekaan Indonesia yang sudah 75 tahun ini dinikmati Bangsa dan Negara Indonesia. Dirgahayu Indonesia.

 

Oleh : Endriyas Meidiawaty (Penulis, Penyiar & Reporter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + eleven =