WABAH CORONA MEMBUAT AREMA HARUS BERSABAR MENANTI LAPANGAN BARU

Hasrat Arema FC memiliki tempat latihan sendiri musim ini harus tertunda. Lapangan latihan hasil kerja sama dengan kampus ITN Malang masih belum bisa digunakan.

Pandemi virus corona membuat pengerjaan lapangan molor sehingga baru tahun depan kemungkinan besar Arema bisa menggunakannya.

“Tahun pertama lapangan latihan itu masih dalam proses pengerjaan. Akan dipakai tim Akademi Arema lebih dulu. Tim senior baru memakai di tahun kedua targetnya,” jelas Media Officer Arema, Sudarmaji.

Sebelumnya, tim Singo Edan sempat mendatangkan perusahaan ternama yang biasa membuat lapangan berkelas Internasional, yakni Lestarindo Soccerfield. Namun, sekarang pengerjaannya terpaksa harus dilakukan internal Arema.

Rencananya, saat latihan Arema dimulai kembali pada akhir Juli atau awal Agustus, Dendi Santoso dkk bakal memakai Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang sebagai venue latihan.

“Latihan akan digelar di Stadion Kanjuruhan. Karena tempatnya mendukung untuk latihan tertutup,” lanjutnya.

Melindungi Kanjuruhan

Pelatih Arema, Mario Gomez tidak ingin terlalu sering latihan di Stadion Kanjuruhan. Pelatih asal Argentina ini punya prinsip tak ingin merusak kondisi venue pertandingan. Jika setiap hari stadion milik Pemkab Malang itu dipakai, tentu akan gampang rusak.

Ada opsi latihan di Stadion Gajayana Malang. Tapi bisa jadi sewa stadion tersebut lebih mahal. Sementara, Arema melakukan penghematan lantaran tak bisa dapat pemasukan maksimal setelah Liga 1 digelar tanpa penonton.

“Saya punya prinsip klub harus punya tempat latihan yang bagus karena potensi semua pemain bisa muncul,” jelas Gomez.

 

Disadur : https://www.bola.com/indonesia/read/4313350/wabah-corona-membuat-arema-harus-bersabar-menanti-lapangan-baru

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − seven =