SAYAP AREMA FC MENGUNGKAPKAN RUMITNYA HARUS KEMBALI KE MALANG

Semua pemain Arema FC kini bersiap kembali ke Malang mengingat tim berjulukan Singo Edan itu bakal berkumpul kembali pada 15 Juli 2020 untuk mempersiapkan diri kembali berkompetisi. Apalagi pada 17 Juli ada agenda untuk mengikuti rapid test dan berlatih pada 20 Juli.

Namun, pada masa pandemi virus corona ini, pemain dari luar Jawa merasakan betapa ribetnya harus kembali ke Malang. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa melakukan perjalanan, terutama ketika menggunakan jalur udara.

Pemain sayap Arema FC, Ridwan Tawainella, mengakui hal tersebut. Setelah mendengar kabar 15 Juli harus kembali berkumpul, Ridwan berusaha mencari tiket penerbangan dari Maluku.

“Dulu kalau mau kembali ke Malang tidak rumit. Pesan tiket online, tinggal naik motor ke bandara dan naik pesawat, selesai. Sekarang harus ada surat izin perjalanan dan hasil rapid test,” ujar pemain berusia 25 tahun itu.

Demi mendapat tiket penerbangan, Ridwan mengaku harus sudah memegang hasil rapid test dan surat keterangan perjalanan. Dua syarat itu sekarang tengah diurusnya.

“Saya sudah minta surat dari Arema jika latihan akan dimulai lagi. Surat itu sudah saya dapat. Sekarang mengurus surat perjalanannya ke kantor Wali Kota di tempat saya. Tidak bisa mengurus di kantor desa atau kecamatan. Antreannya luar biasa untuk dapat surat keterangan itu,” jelasnya.

Selain itu, untuk rapid test, Ridwan juga harus antri. “Tapi sekarang saya masih belum rapid test karena berlakunya hanya 3-4 hari sebelum tanggal penerbangan. Jadi saya tes mendekati jadwal keberangkatan saja,” sambungnya.

Ini menjadi pertama kalinya Ridwan merasakan pengalaman mempersiapkan perjalanan yang cukup rumit. Apalagi sekarang Ridwan harus mengurus sendirian. Berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika masih bersama dengan dua pemain asal daerahnya Ricky Ohorella dan Alfin Tuasalamony yang juga bermain di Arema FC. Namun musim ini Ricky dan Alfin sudah hengkang dari Singo Edan.

Latihan di Lapangan Setiap Hari

Selama Liga 1 2020 terhenti sejak pertengahan Maret silam, pemain sayap Arema FC itu mengaku tetap jaga kondisi. Sehingga dalam latihan nanti dia sudah siap secara fisik.

Belakangan, mantan pemain PSM Makassar ini makin rajin latihan di lapangan setempat, yakni di Desa Tulehu, Maluku Tengah.

“Saya setiap hari latihan di lapangan. Sering latihan bareng Alfin dan Ricky juga. Jadi, saya sudah siap,” tegasnya.

Ridwan sempat punya cara latihan unik di kampung halamannya. Ketika pelatih fisik memberikan program latihan dengan beban, dia berlatih dengan menggunakan bata semen. Lantaran hanya itu yang tersedia di sekitar rumahnya.

 

Disadur : https://www.bola.com/indonesia/read/4302076/sayap-arema-fc-mengungkapkan-rumitnya-harus-kembali-ke-malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 5 =