PERINGATAN HARGANAS JADI MOMENTUM PENINGKATAN KUALITAS KELUARGA DAN ANAK

Bandung, BarayaKita —  Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Jawa Barat (Jabar) berlangsung secara virtual dari Gedung Pakuan, Senin (29/6/2020). Harganas juga sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan Hari Anti Narkotika (HANI).

Asisten Gubernur Bidang Hukum dan Kesejahteraan Sosial Dewi Sartika dalam sambutannya mengatakan  jika pada peringatan Harganas ke-27 kali ini mengambil tema “Melalui Keluarga Kita wujudkan Keluarga Unggul” dengan tagar #Hebat Terencana. Peringatan ini disaksikan oleh perwakilan pejabat diseluruh wilayah Jabar melalui sambungan video call.

“Komitmen pemerintah pusat hingga daerah untuk meningkatkan pembangunan keluarga dan kependudukan berencana, sekaligus meningkatkan kesejahteraan anak dan bersama-sama menolak peredaran narkotika,” tegasnya.

Sementara itu Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan selama tiga bulan dirumah atau bekerja dari rumah, seharusnya menjadi momen yang bagus untuk ayah dan ibu lebih memperhatikan keluarga dan anak-anaknya.

“Saat ini , 70 persen aktifitas di Jabar sudah kembali dibuka. Sebelumnya dibatasi. Tapi ini menjadi momentum yang bagus dimana selama tiga bulan kita diuji di rumah. Waktu luang lebih banyak untuk keluarga dan anak-anak, ada hikmahnya. Ini bisa menjadi teguran, jangan sampai kita abai kepada keluarga, kualitas pendidikan anak dan sebagainya,” tegas gubernur.

Menurutnya, Indonesia akan menjadi negara hebat ke-tiga dunia dan sangat bergantung pada kondisi anak-anak saat ini. Dengan syarat, ekonomi tidak anjlok dibawah  5 persen, tidak ada lagi pertengkaran politik dan generasi mudanya sehat kompetitif dan produktif.

“Tantangan itu bermuara di peringatan hari ini. Jika keluarga harmonis, kota menjadi layak anak dan pengguna narkoba di jabar terus ditekan, Insya Allah Jabar bisa menyumbang untuk 2045 mendatang. 25 tahun lagi,” jelasnya.

Ia berharap pasca Pandemi COVID-19 keluarga menjadi lebih cerdas. Salah satunya mendukung kampanye 21-25 dari BKKBN.

“Perempuan menikah diusia minimal 21 tahun dan pria 25 tahun, anak dua saja. Saya menikah dengan Ibu Cinta usia 25 tahun, ibu 23 tahun, anak sekarang dua. Cocok kalau BKKBN butuh model poster KB,” ujarnya berkelakar. (End.M)

 

Sumber : Humas Pemprov Jabar

IG @humas_jabar

FB Humas Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 4 =