WAWANCARA KHUSUS TIM BARAYAKITA.COM DENGAN KADISKOMINFOARPUS : COVID-19 DI KOTA CIMAHI

Cimahi, BarayaKita –Kabar terkini datang dari Diskominfoarpus (Dinas Komunikasi Informatika Kearsipan dan Perpustakaan) Kota Cimahi. Barayakita.com mendapatkan keterangan yang detail langsung dari Kadis (Kepala Dinas) Diskominfoarpus Kota Cimahi, Hardjono, Kamis, 25 Juni 2020.

Hardjono berkata : “Menurut data kota Cimahi, sampai 24 Juni, total ada 97 yang ter konfirmasi positif covid-19. Dari 97 itu 3 orang meninggal, 57 orang sembuh dan yang masih aktif 37 orang. Untuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan ) ada 93 Orang, yang sudah selesai diawasi 80 orang, masih dalam proses pengawasan ada 13 orang. Sementara ODP ada 671 orang, yang sudah selesai 623 orang dan sisanya masih ada 48 orang yang tersebar di 15 kelurahan.”

“Untuk yang positif Pak Walikota punya kebijakan harus di rawat di Rumah sakit. Tetapi sebetulnya WHO mempunyai protokol tidak selamanya positif harus di rawat di rumah sakit. Ada beberapa Kriteria yang digunakan, sehingga dapat saja untuk yang konfirmasi positif hanya karantina di rumah atau mandiri, disebutnya isolasi mandiri, sekarang biasanya disebut dengan istilah yang lebih popular, yaitu karantina mikro.” Ujar Hardjono.

Lebih jauh Hardjono menerangkan : “Covid 19 adalah persoalan internasional dan WHO juga dalam menyusun protokol berubah-rubah karena ini hal yang baru. Kalau dahulu yang diisolasi adalah pasiennya saja, tapi sekarang, yang diisolasi bukan hanya pasien yang terkonfirmasi positif tapi beserta keluarga atau biasanya disebut dengan kontak erat.”

“Contoh pada tanggal 23 Juni dilaporkan kasus positif di cimahi bertambah 6 orang dari 91 bertambah menjadi 97. Ada 6 orang, 3 orang diantaranya adalah satu keluarga. Yang 1 orang itu kebetulan pegawai rumah sakit cibabat, dua orang lagi sama keluarga yang pertama 3 orang ini adalah warga karang mekar. Saat mau berangkat ke Kalimantan dan melakukan cek mandiri untuk tujuan perjalanan, ternyata hasilnya positif, maka dengan kesadaran memerintahkan seluruh anggota keluarganya untuk ditest, dari 5 anggota keluarga, yang masih kecil positif 3 orang, istri dan 1 anaknya yang paling besar hasilnya negative.” Hardjono menjelaskan.

“Kalau yang pegawai rumah sakit sudah di solasi di ruang isolasi. Nah ini yang harus menggugah hati kita bersama bahwa Corona itu ada dan korbannya bukan hanya orang dewasa. Terbaru, ada yang berusia 2 tahun positi. Jadi tolong pada kelompok-kelompok tertentu yang selama ini mencoba menemukan bahwa Coronoa itu adalah konspirasi, Konspirasi itu tidak ada. Mari kita lihat fakta di rumah sakit.” Ujar Hardjono.

Terakhir Hardjono mengingatkan : “Tapi hal ini jangan membuat kita ketakutan karena semua penyakit pasti ada obatnya. Kami ingin sampaikan terkait dengan itu, program pemerintah kota cimahi, yaitu yang pertama, Pak Wali memutuskan ketika ada yang sakit (Covid-19) maka diisolasi untuk memutus penyebaran, yang kedua Melakukan pengetesan baik Rapid Test maupun Swab Test sesuai dengan ketentuan dan fokus pada kebijakan dari pusat.” (End.M)

Penanggung Jawab : Aries Suwandi
Reporter : Endriyas Meidiawaty
Kameramen : Usep Adir
Editor : Agus Untung

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − 3 =