RIDWAN KAMIL MINTA PENERAPAN JAGA KARAK DI KRL DIPERKETAT

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) meminta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengurai kepadatan KRL Jabodetabek usai tiga penumpang positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Menurutnya, langkah tersebut sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Karena waktu itu KRL ini diputuskan tidak dihentikan operasionalnya, maka minimal kepadatannya diatur,” kata RK di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (5/5).

RK mengaku sudah menyampaikan informasi kepada Kementerian Perhubungan tentang tiga penumpang KRL positif virus corona berdasarkan hasil tes swab di Stasiun Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Kalau KRL tidak bisa diberhentikan, tolong pastikan dengan pengawasan ketat physical distancing-nya,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan pihaknya membawa satu orang positif virus corona ke rumah sakit rujukan dan dua orang lainnya untuk isolasi mandiri.

“Sudah ditindaklanjuti yang ketiga itu. Ada yang dirujuk ke RS Persahabatan karena kebetulan sudah usia lanjut dan penyakit lain. Dan yang lainnya itu kita minta untuk isolasi mandiri,” kata Berli.

Berli mengatakan pihaknya merekomendasikan sejumlah hal kepada PT KCI usai tiga penumpang positif virus corona. Menurutnya, jika tidak bisa berhenti beroperasi sementara waktu, penumpang dibatasi setengah atau sepertiga dari kapasitas.

“Supaya jaraknya aman untuk mencegah terjadinya penularan antar penumpang,” katanya.

Tes swab pada penumpang KRL, kata Berli, merupakan salah satu langkah pihaknya dalam melakukan pemeriksaan awal. Menurutnya, tujuan tes swab ini untuk menemukan peta persebaran virus corona dan menanganinya sedini mungkin.

“Supaya kita bisa menemukan kasus tersebut lebih dini dan juga kita bisa mengatasinya justru pada level yang belum membahayakan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar dan PT KCI melakukan tes swab terhadap 397 penumpang KRL di Stasiun Bogor beberapa waktu lalu. Hari ini, Pemkot Bekasi juga melakukan tes swab kepada masyarakat di tujuh lokasi perbatasan wilayah, termasuk Stasiun Bekasi.

Sampai saat ini, jumlah pasien positif virus corona di Jawa Barat secara kumulatif mencapai 1.252 orang. Dari jumlah itu 150 orang dinyatakan sembuh dan 86 orang lainnya meninggal dunia. (hyg/fra)

Disadur dari : https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200505133925-20-500240/ridwan-kamil-minta-penerapan-jaga-jarak-di-krl-diperketat

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 9 =