PELATIH PERSIB PRAGMATIS SOAL KEMUNGKINAN SHOPEE LIGA 1 2020 DIGELAR TANPA MENGHADIRKAN PENONTON

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts angkat bicara soal rumor penyelenggaraan turnamen pengganti Shopee Liga 1 2020 yang kemungkinan diberhentikan total PSSI imbas pandemi virus corona.

Sebelumnya, Induk organisasi sepak bola Tanah Air, PSSI berencana menggelar turnamen jika Liga tidak bisa dilanjutkan. Tujuan turnamen pengganti ini untuk mengisi kekosongan sampai dengan kompetisi musim berikutnya bergulir.

Bila situasi Indonesia sudah mulai membaik, turnamen ini akan diselenggarakan pada September 2020.

“Secara pribadi, saya sudah bicara ke beberapa pemain tentang ini, soal kemungkinan format kompetisi berubah menjadi turnamen. Kami mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi,” kata Robert.

Saat ini, PSSI menyatakan status force majeure untuk kompetisi musim 2020 sejak Maret hingga Juni 2020. Sepanjang status ini segala aktivitas sepak bola Tanah Air dihentikan. Namun sejauh ini, PSSI belum memutuskan apakah nasib Liga 1 2020 akan berhenti dan digantikan turnamen.

PSSI masih menunggu masa status force majeure yang akan berakhir pada 29 Mei.

Meski begitu, keputusan PSSI itu pun bergantung pada ketetapan pemerintah. Jika sampai batas waktu tersebut tak asa tanda-tanda membaik, bukan tidak mungkin federasi bisa menghentikan total kompetisi jika pemerintah memperpanjang masa darurat COVID-19.

“Jika liganya berhenti, tentu saja stadion akan tutup, akan masih ada krisis di Indonesia. Bahkan tidak tertutup kemungkina turnamennya tidak akan tuntas,” ujar Robert Alberts.

“Banyak yang mempertanyakan kepastian apakah liganya akan dilanjutkan atau tidak dan apa solusi terbaik untuk hal ini. Kami dapat kabar dari PSSI 27 Maret lalu, Liga akan dilanjutkan bulan Juli dan latihan akan dilaksanakan bulan Juli jika tidak adan lagi situasi emergency di Indonesia bulan Juli. Dan tentu saja itulah yang kita semua harapkan,” kata sang mantan pelatih PSM Makassar itu.

Sejumlah negara di Eropa, seperti Inggris, Italia, dan Prancis membuka opsi menggelar pertandingan tanpa penonton. Hal ini tak lepas dari pandemi COVID-19 yang mulai mereda di beberapa negara tersebut. Tak jauh berbeda, di kawasan Asia, Korea Selatan dan Vietnam dikabarkan akan mengikuti langkah serupa agar bisa kembali memutar kompetisi domestiknya.

 

 

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + eleven =