SEDIHNYA PELATIH FISIK PERSIB TAK BIASA ZIARAH KE MAKAM ORANG TUA DI AWAL RAMADHAN

Bulan Ramadhan telah tiba, umat muslim di seantero dunia, tak terkecuali Indonesia bakal menjalani ibadah puasa sebulan penuh.  Namun, ada yang berbeda dengan Ramadhan tahun ini karena datang ditengah wabah virus corona.

Kesedihan dirasakan pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunarya, yang terpaksa menahan diri melakukan ziarah ke makan orangtuanya.

Yaya mengakatakan bahwa tidak akan melakukan rutinitas ziarah makam menyambut Bulan Suci Ramadhan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.  Wabah virus corona juga membuat dirinya menahan diri untuk bersilaturahmi dengan keluarga besarnya.

Pada tahun sebeleum-sebelumnya Yaya mengakui menjelang Ramadhan ia akan mengunjungi keluarga dan kerabatnya di Cirebon, Tasikmalaya, dan Garut.

Ia mengakui, tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan sebelum menyambut bulan suci Ramadhan dirasa cukup berat.

“Berat sebenarnya. Biasanya berziarah ke orangtua dan bertemu sodara sebelum Ramadhan. Tahun ini mendoakan dari rumah dan melepas rindu lewat video call,” kata Yaya seperti dikutip dari Pikiran Rakyat.

Selanjutnya ia akan terus mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap berada di dalam rumah. Hal ini dilakukan agar keadaan bisa segera kembali normal dan mempercepat berakhirnya wabah virus corona.

“Saya mengikuti anjuran pemerintah karena untuk kebaikan bersama. Semoga dengan disiplin mengikuti arahan pemerintah, wabah cepat berakhir,” ujar Yaya.

Yaya Sunarya sendiri masih intens memantau aktivitas para pemain Persib di masa off aktivitas di masa pandemi corona COVID-19. Ia rutin mengirim program latihan sesuai permintaan pelatih Robert Alberts.

Para pemain menjalani latihan di kediaman masing-masing. Mereka diminta mengirimkan bukti video ke tim pelatih.

“Intinya pelatih ingin kondisi kebugaran pemain tetap terjaga. Supaya nantinya mereka tak kaget jika sewaktu-waktu kompetisi Shopee Liga 1 2020 kembali diputar PSSI,” ucap Yaya.

Akan ada penyesuaian program latihan di sepanjang bulan Ramadhan. “Mulai dari waktu, durasi, dan kapasitas latihan pasti disesuaikan karena pemain beribadah puasa,” katanya.

 

Disadur : https://www.bola.com/indonesia/read/4235713/sedihnya-pelatih-fisik-persib-tak-biasa-ziarah-ke-makam-orang-tua-di-awal-ramadhan?HouseAds&campaign=Liga_1_2020_STM

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + thirteen =