PARA PELAKU SENI DAN HIBURAN LOKAL BERHARAP PEMERINTAH MEMPERHATIKAN NASIBNYA

Ngamprah,Barayakita-Para pelaku Seni dan hiburan lokal adalah kelompok yang paling pertama terdampak akibat wabah Covid-19 ini, karena sejak pemerintah melarang menggelar berbagai hiburan dalam setiap acara dan tidak keluarnya izin keramaian untuk menyelenggarakan acara, maka otomatis banyak event yang di Cencle.

Dampak dari tidak keluarnya izin keramaian untuk menggelar berbagai acara menyebabkan para pelaku usaha dan pekerja dibidang seni dan hiburan nyaris tidak punya pendapatan dan mereka merasa tidak ada perhatian nyata dari pemerintah, sehingga beberapa hari ini di medsos tersebar surat dari para pelaku seni dan hiburan yang ditujukan kepada presiden, gubernur dan bupati yang isinya sbb:

 

Kepada Yth :
Bp. Jokowi presiden Indonesia
Bp. Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat
Bp. Aa Umbara Bupati Bandung Barat
Maaf maaf ya bapak ???
Apakah profesi yang Kami sebutkan di bawah ini Tidak di perhatikan tidak terpikirkan :
– Pedagang Alat sound
– Tukang Costume Box spiker
– Tukang Sound system
– Tukang Panggul Sound system
– Vendor dekor
– Decorator/kreatif dekor
– Crew Dekor
– Wedding Organizer
– Crew Wedding Organizer
– Fotografer
– Video shooting
– Perias
– Sound engineer
– Crew sound
– Crew catering
– Crew tenda, panggung, riging
– Pemain band/musisi
– Lighting engineer
– Lighting designer
– Crew lighting
– LED engineer
– Crew AC
– Operator genset
– singer
– Eevent Organizer
– Crew Event Organizer
– Seniman/seniwati
– Dll
Apakah tidak terlihat dimata pemerintah, target pemerintah untuk bantuan terdampak covid 19 hanya meliputi :
Ojol > ojol masih bisa bekerja walaupun orderan berkurang
Buruh > buruh tani masih kesawah
Sopir > masih ada tarikan walaupun orderan berkurang
Karyawan pabrik sebagian masih ada yang masuk kerja.
Coba liat profesi yang saya sebutkan diatas secara nyata pendapatan mereka karena terdampak covid 19 menjadi 0% bandingkan dengan ojol, buruh, sopir , karyawan pabrik2 mereka masih ada penghasilan walaupun turun tapi tidak separah profesi yang saya sebutkan diatas.
Bayangkan berapa banyak jadwal mereka ter cancel karena adanya covid 19
Usulan untuk PEMKOT/PEMDA masing – masing wilayah monggo dipikirkan nasib orang – orang tersebut karena didalamnya bukan cuma segelintir orang tetapi puluhan, ratusan bahkan ribuan pekerja yang penghasilannya jadi 0%. Dan mereka mereka juga punya keluarga/ anak istri yang perlu untuk dinafkahi…

cc tembusan: Para pelaku Seni
Seniman Jabar

Monggo di share/di copy
Dan di ganti sesuaikan dengan propinsi dan kabupaten/wilayah anda masing”.

 

Dengan surat ini tentu para pelaku seni dan hiburan berharap memperoleh perhatian dari pemerintah, karena menurut mereka, merekalah yang paling terpuruk akibat wabah ini, karena selama Covid-19 merebak mereka nyaris tak punya pendapatan ungkapnya.

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four − four =