DAMPAK COVID-19, PETANI BUNGA POTONG TERPUKUL

Lembang,BarayaKita-Covid-19 yang sedang melanda negeri ini sangat memukul bagi para petani terutama petani bunga potong yang ada di Kawasan Parongpong, Lembang  dan sekitarnya.

Sejak mewabahnya virus Corona dan pemerintah membatasi aktifitas warga di luar rumah tentu berpengaruh besar bagi kebutuhan bunga potong. Tutupnya beberapa hotel dan perusahaan serta di tidak bolehkannya menggelar pesta pernikahan secara tidak langsung berimbas pada pemesanan kebutuhan bunga potong yang merosot tajam.

Menurut Tatang Seorang petani milenial sekaligus pedagang bunga potong di Parongpong yang sudah beberapa tahun ini menggeluti bunga mawar potong, situasi saat ini menurutnya memang sangat memukul para petani bunga potong karena dengan tidak bolehnya menggelar pesta pernikahan dan tutupnya hotel-hotel dan perusahaan lainnya yang merupakan konsumen terbesar bagi pemakaian bunga potong, menyebabkan order dari pelanggan menurun tajam, di tambah dengan adanya pembatasan angkutan tentu juga. Berpengaruh kepada pengiriman bunga potong ke luar daerah.

Beban Patani bunga potong terutama petani petani bunga potong selain sepinya permintaan bunga, para petani juga terbebani dengan Cicilan pinjaman  bekas pembuatan green house dan pembelian bibit bunga kepada bank yang terus berjalan.

Masih menurut Tatang, para petani bunga berharap dapat keringan cicilan pinjaman sehingga para petani bunga tidak terlalu terbebani dan bisa sedikit bernapas ungkapnya, Tatang berharap semoga wabah Virus Corona ini segera berakhir, supaya para petani bunga potong bisa bergairah kembali pungkasnya. (Udp)

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 4 =