BARITO PUTERA VS PSM: MOTIVASI LASKAR ANTASARI

Barito Putera kembali tak bisa memainkan Cassio de Jesus dan Rizky Pora saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-32 Shopee Liga 1 di Stadion Demang Lehman, Rabu (11/12/2019).

Keduanya masih menjalani perawatan cedera di Jakarta. Tanpa mereka, Laskar Antasari kalah 0-3 dari Semen Padang pada pekan ke-31 (6/12/2019).

Menghadapi PSM, Pelatih Barito, Djajang Nurjaman juga masih menunggu perkembangan terakhir bek Donny Monim dan Rafael da Silva.

Kondisi Cassio dan Rizky belum pulih betul meski sudah mengikuti latihan reguler tim. Padahal, Barito wajib menekuk PSM bila ingin aman dari ancaman degradasi. Pasalnya, mereka hanya unggul empat poin dari Badak Lampung FC yang bertengger di peringkat 16 dengan koleksi 34 angka.

Sementara, PSM datang ke Banjarmasin dengan kondisi minor. Juku Eja tak bisa memainkan Hasim Kipuw yang terjerat akumulasi kartu kuning. Absennya Kipuw menambah daftar pemain PSM yang absen di lini belakang.

Sebelumnya, pelatih PSM, Darije Kalezic, sudah lama tak memakai jasa Abdul Rahman yang cedera serta duet Timnas Indonesia U-22, Asnawi Mangkualam dan Firza Andika.

Di sisi lain, Juku Eja terkesan tak lagi bergairah melakoni laga sisa musim ini. Belum lagi, masalah internal seperti keterlambatan pembayaran gaji pemain kabarnya belum terselesaikan.

Situasi dan kondisi yang dialami oleh PSM harus dimanfaatkan Barito. Lantas, siapa saja pemain di setiap lini yang akan memegang peranan penting dalam laga nanti? Berikut ini duel antarlini yang bakal terjadi dalam laga Barito Putera melawan PSM Makassar :

lini Belakang

Bek Cassio de Jesus masih cedera. Sementara, Dony Monim dipaksakan tampil untuk menemani Dandi Maulana di posisi bek sentral. Situasi ini membuat Barito berada dalam situasi sulit.

Apabila tampil normal, lini depan PSM Makassar yang mengandalkan Amido Balde atau Ferdinand Sinaga punya potensi membuat kejutan.

Sementara PSM tak bisa memainkan Hasim Kipuw yang terjerat akumulasi kartu.

Tapi, Pelatih PSM, Darije Kalezic, masih memiliki opsi alternatif yakni Raphael Maitimo atau Munhar. Keduanya akan bersaing untuk menjadi pendamping Aaron Evans sebagai ‘benteng’ kiper Rivki Mokodompit yang belakangan menurun penampilannya.

Lini Tengah

Bayu Pradana harus kerja keras dan fokus untuk menjaga keseimbangan di lini tengah Barito. Sementara gelandang lainnya, Kozuke Yamazaki lebih fokus membantu serangan.

Peran keduanya sangat sentral apabila pelatih Djajang Nurjaman kembali memainkan formasi 4-4-2 untuk memburu kemenangan atas PSM Makassar.

Duel lini tengah bisa saja dimenangkan oleh PSM. Juku Eja memiliki dua gelandang pekerja yang berpotensi mencetak gol yakni Rasyid Bakri dan Rizky Pellu. Begitu pun dengan Marc Klok. Eks Dundee United ini bakal fokus sebagai pemain jangkar yang berdiri di depan dua stoper.

Lini Depan

Wagsley Torres dan Rafael Da Silva jadi tumpuan Barito Putera untuk menjebol gawang PSM. Khusus buat Rafael, kondisinya masih meragukan karena cedera lututnya belum pulih betul.

Kalau Rafael tak bisa main, pelatih Barito, Djajang Nurjaman masih punya opsi pada diri Samsul Arif atau Gavin Kwan Adsit yang bisa dioptimalkan. Pergerakan Samsul dan Gavin yang cepat berpotensi mengacaukan konsetrasi lini belakang PSM.

Sementara, PSM Makassar kembali mengandalkan Amido Balde. Meski belakangan kesulitan mencetak gol, postur tinggi besar yang dimiliki Balde bisa jadi ‘tembok’ buat barisan gelandang untuk merangsek ke kotak penalti Barito sekaligus mengintip peluang mencetak gol. Bila Balde tak optimal, masih ada Ferdinand Sinaga yang kerap jadi pembeda.

Sumber : https://www.bola.com/indonesia/read/4130804/duel-antarlini-barito-putera-vs-psm-motivasi-laskar-antasari

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 2 =