Kisah Sukses Es Cendol Elizabeth

Siapa di antara Anda yang suka dengan minuman hijau bersantan ini? Ya, cendol! Salah satu cendol yang terkenal dari kota Kembang ialah Es Cendol Elizabeth.

Es Cendol Elizabeth Bandung ini awal mulanya didirikan oleh Haji Rohman. Dari kecil, Haji Rohman memang sudah harus membantu perekonomian keluarganya.

Rohman ditinggal ayahnya ketika baru duduk di bangku kelas 2 SD (Sekolah Dasar). Saat itu Rohman dan keluarganya masih tinggal di Pekalongan.

Kehidupannya di desa tidak menentu dan hanya kerja Bertani. Sedangkan Rohman merupakan anak laki-laki satunya yang menjadi tulang punggung keluarga.

Es Cendol Elizabeth Bandung 02 - Finansialku

Pada saat itu, ibu Rohman memberitahunya bahwa ada seorang pamannya yang berjualan cendol di Bandung. Akhirnya, Rohman merantau dan ikut pamannya berkeliling berjualan cendol.

Rohman membantu pamannya untuk berjualan cendol dengan imbalan berupa uang jajan.

Uang tersebut tidak pernah dipakai oleh Rohman untuk kebutuhannya seorang diri.

Bahkan, Rohman mengirimkan uang tersebut ke kampungnya untuk membantu adik-adiknya.

Kalau ada uang yang lebih sedikit, maka Rohman akan mengumpulkannya.Uang yang terkumpul tersebut kemudian dibelikan gerobak sampai keperluan lainnya untuk berjualan. Setelah memiliki gerobak sendiri, akhirnya Rohman bisa berkeliling jualan cendol.
Dulu, Rohman mulai berjualan di sekitar Kawasan Leo Genteng, Astana Anyar, Kota Bandung. Usaha cendol ini dirintis sejak tahun 1972. Setelah selesai berkeliling, biasanya Rohman selalu memarkirkan jualannya di sebuah rumah jalan Ciateul. Rumah tersebut kelak akan menjadi titik awal dimulainya usaha cendol rintisan milik Rohman. Pemilik rumah tersebut bernama Elizabeth. Ia adalah pelanggan setiap Rohman. Ibu Elizabeth pada saat itu bekerja di toko tas.

Es Cendol Elizabeth Bandung 03 - Finansialku

 

Pada suatu ketika, Bu Elizabeth atau lebih sering disapa Bu Eli pulang ke rumahnya dengan membawa tas sisa yang masih dapat dijual kembali. Melihat Rohman berjualan di depan rumahnya, akhirnya Bu Eli memutuskan untuk menitipkan tas-tas sisa tersebut kepada Rohman untuk dijual.
Rohman yang tidak lulus SD ragu bisa menjual tas-tas tersebut. Namun, Bu Eli tidak memaksanya, berapapun barang yang laku akan diterima.
Beberapa kali Rohman sempat mengeluh karena beberapa pembeli tas memaksa Rohman jika membeli tas, maka cendolnya diminta untuk digratiskan atau simpelnya, beli tas gratis cendol.
Karena ia sudah menjelaskan bahwa tas yang dijualnya merupakan barang titipan, jadi ia melapor kepada bu Eli dan tetangganya untuk mengganti cendol yang diminta pembeli tas.
Kemudian Bu Eli membeli sebidang tanah untuk dijadikan toko usaha jual tas.

Toko itu diberi nama Toko Tas Elizabeth yang berada di Jalan Ciateul (sekarang Jalan Ibu Inggit Garnasih) nomor 15. Hingga menjadi toko, Rohman sang penjual cendol masih mangkal di tempat tersebut.
Dulu, ketika ada tamu yang datang suguhannya adalah cendol milik pak Rohman.
Sayangnya, pak Rohman tidak bisa membaca dan juga kesulitan untuk menulis. Oleh karena itu, jika ada orang yang memesan cendol pak Rohman meminta bantuan kepada Bu Eli untuk menuliskan pesanannya.

Es Cendol Elizabeth Bandung 04 - Finansialku

 

Ibu Eli selalu menulis pakai bon tokonya yaitu Toko Elizabeth.Semenjak itu, bu Eli akhirnya memutuskan untuk memberi nama cendolnya dengan nama Cendol Elizabeth. Tentu saja hal ini dengan persetujuan Pak Rohman. Jadi, sebenarnya asal mula namanya Cendol Elizabeth adalah karena bon yang digunakan pada saat itu.

Semakin lama usaha toko tas Bu Eli pun semakin berkembang. Pak Rohman, sang penjual cendol juga masih mangkal di depan toko tersebut beberapa waktu lamanya.
Karena racikan es cendol buatan ayahnya yang lezat, maka beberapa pelanggan toko Elizabeth selalu menyempatkan diri untuk mencicipi cendol tersebut.

Pada tahun 1978, pak Rohman mulai mangkal di Jalan Otista (Jalan Otto Iskandar Dinat) dekat toko tas Elizabeth.
Semakin lama, usaha es cendol ini pun juga semakin sukses, pundi-pundi uang pun semakin deras mengalir ke pundi-pundi milik pak Rohman. Akhirnya, pada tahun 1982, Rohman dan sekeluarga dapat pindah ke rumah baru di Kawasan Inhoftank.

Nah rumah baru tersebut merupakan hasil jerih payah pak Rohman dari berjualan cendol.
Sekarang karena kesuksesan Es Cendol Elizabeth milik pak Rohman ini.

Es Cendol Elizabeth Bandung 05 - Finansialku

Kini Es Cendol Elizabeth tidak hanya dikenal oleh warga Bandung saja lho.
Es Cendol Elizabeth ini bahkan sudah dikenal sampai luar Jawa Barat seperti Jakarta, Jogja, Solo, Semarang, dan Surabaya. Bahkan, seiring dengan berjalannya waktu penjualan Pak Rohman semakin laris. Bahkan dalam sehari, pak Rohman dapat menghabiskan hingga 300 gelas es cendol di gerobaknya.

Karena banyaknya keuntungan yang diperoleh dan permintaan konsumen semakin meningkat, akhirnya pada akhir tahun 2003 pak Rohman memutuskan untuk membuka toko es cendol yang nyaman dan besar.

Toko ini dibangun khusus untuk menjual serta melayani pembelian Es Cendol Elizabeth di Jalan Inhoftank. Produk-produk yang disuguhkan pun sekarang semakin bervariasi.
Dikarenakan pengunjung yang semakin ramai, maka kemudian ditambah dengan menu es goyobod, batagor, baso tahu, serta mie baso.

Siapa sangka bahwa toko Es Cendol Elizabeth yang awalnya hanya dari gerobak saja kini justru membuka rezeki yang begitu besar untuk par Rohman dan keluarganya.Setiap harinya, pelanggan yang datang pun silih berganti. Bahkan ada berbagai pelanggan yang rela datang jauh-jauh dari luar kota hanya untuk mencicipi cendol legendaris di Kota Bandung ini.
Dengan berdirinya toko Es Cendol Elizabeth ini, tentunya dapat meningkatkan pendapatan keluarganya.
Apalagi omzet yang diperoleh toko Es Cendol Elizabeth ini mencapai Rp10 juta perharinya lho, angka yang sangat fantastis kan?

Walaupun awalnya hanya bermodal kecil-kecilan, namun karena kesungguhan dan hasil kerja keras dari pak Rohman kini mereka dapat berhasil dan sukses.

SUMBER : https://www.finansialku.com/es-cendol-elizabeth-bandung/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten + four =